Berbeda dengan sebagian besar jaringan lain di tubuh manusia, tulang rawan tidak memiliki suplai darah atau saraf secara langsung. Sifat avaskular ini berarti bahwa nutrisi untuk sel-sel di dalam sendi tidak diantarkan melalui aliran darah, melainkan melalui proses difusi dari cairan sinovial di sekitarnya. Hal ini menjadikan pergerakan fisik sebagai aspek yang tidak tergantikan, karena tekanan dan pelepasan beban pada sendi bertindak seperti pompa yang memasukkan nutrisi penting dan mengeluarkan sisa metabolisme dari jaringan kartilago.
Selain faktor mekanis, dukungan nutrisi dari dalam juga memegang peranan penting dalam pemeliharaan mikrostuktur ini. Mengonsumsi makanan yang mendukung produksi kolagen dan menjaga hidrasi tubuh sangat bermanfaat bagi hidrasi matriks tulang rawan. Semakin baik nutrisi yang diserap oleh jaringan, semakin kuat pula pertahanan sendi terhadap faktor-faktor eksternal. Dengan memahami jalur nutrisi yang unik ini, individu dapat mengambil langkah proaktif dalam mendukung kesehatan sendi melalui kombinasi diet yang seimbang dan pola aktivitas yang dinamis, demi menjaga kelenturan tubuh di masa depan.